Rabu, 10 Juni 2009

Pusuk Buhit Asal Muasal Orang Batak

MENGITARI Samosir kurang lengkap rasanya jika tak mampir ke Pusuk Buhit. Gunung nan menjulang tinggi itu bukan lagi di kawasan Pulau Samosir, tapi sudah ada di daratan Sumatera. Sebab, dari sembilan kecamatan yang dimiliki Kabupaten Pulo Samosir, tiga di antaranya berada di luar lingkar Danau Toba, yaitu Kecamatan Sianjur mula-mula, Harian dan Sitiotio. Sedangkan Pusuk Buhit masuk Kecamatan Sianjur mula- mula. Terletak di ketinggian 4.000 mdpl, Pusuk Buhit diyakini sebagai tempat asal-muasalnya manusia Batak pertama.

Legenda bercerita, pada awalnya Debata Mulajadi Na Bolon, menurunkan dua anak kembar yaitu Si Raja Ihat Manisia dan Si Boru Ihat Manisia. Dari generasi pertama ini lahir tiga anak yaitu Raja Miok -miok, Patundal Na Begu dan Si Aji Lapas-lapas.

Dari ketiga anak tersebut hanya raja Miok-miok memiliki keturunan yaitu Eng Banua.Generasi berikutnya Eng Domia atau Raja Bonang bonang yang menurunkan Raja Tantan Debata,Si Aceh dan Si Jau. Hanya Guru Tantan Debata pula yang memiliki keturunan yaitu Si Raja Batak.

Mulai dari garis Si Raja Batak, asal-usul manusia Batak bukan dianggap legenda lagi tapi menjadi ‘Tarombo’ atau permulaan silsilah. Pada generasi sekarang telah dikenal aksara atau lazim disebut Pustaha Laklak. Sebelum meninggal, Si Raja Batak sempat mewariskan ”Piagam Wasiat” kepada kedua anaknya Guru Tatea Bulan dan Raja Isumbaon.

Guru Tatea Bulan mendapat ”Surat Agung” yang berisi ilmu pedukunan atau kesaktian, pencak silat dan keperwiraan. Raja Isumbaon mendapat ”Tumbaga Holing”yang berisi kerajaan (Tatap- Raja ), hukum atau peradilan, persawahan, dagang dan seni mencipta. Guru Tatea Bulan memiliki sembilan anak yaitu Si Raja Biak-biak, Tuan Saribu Raja, Si Boru Pareme (putri), Limbong Mulana, Si Boru Anting Sabungan(putri), Sagala Raja, Si Boru Biding Laut (putri), Malau Raja dan Si Boru Nan Tinjo ( maaf, konon seorang banci yang dalam bahasa Batak disebut si dua jambar). Dari keturunan Guru Tatea Bulan terjadi pula perkawinan incest. Antara Saribu Raja dengan Si Boru Pareme. Ini yang menurunkan Si Raja Lontung yang kita kenal marga Sinaga, Nainggolan, Aritonang, Situmorang, dan seterusnya.

1 komentar:

ss mengatakan...

http://sanggam.eu.org